Saturday, February 21

PereMpuaN & CoKelat...




Kamu tahu bagaimana rasa coklat yang cair di mulut? Pasti sekarang kamu sedang tersenyum mendengarkan soalan itu, padahal dulu, kamu yang menanyakan saya soalan itu dan kamu juga yang menjawabnya untuk saya.

Kata kamu, rasanya seperti kembali pada umur empat tahun dan sedang berada di suatu pesta, bersama dengan ayah dan ibu. Berlari-lari lalu berhenti pada anak patung manis di sebuah gerai berwarna-warni dan ayah tanpa perlu dipinta terus membelikannya untuk kamu. Segalanya cukup sempurna.

Kemudian ingat lagi saya bagaimana senyuman kamu mulai pudar dan mula bertanya dengan bola mata yang tidak mengerjap. Kata kamu, kamu sekarang seorang gadis, bukan lagi anak perempuan berumur empat tahun yang bertocang dua. Lalu pada usia kamu ini, coklat itu tetap memberi erti, bukan hanya erti semasa ia cair di lidah juga semasa ia berlegar dalam kepala.

Saya, kamu masih ingat? Saya hanya menggeleng kepala dengan dahi berkerut. Kamu kembali tersenyum dan berkata, coklat itu adalah bayangan hati seorang perempuan. Walaupun, ia keras, ia akan tetap cair di lidah lelaki. Walaupun ia sudah cair di tangan, lelaki tetap juga menyulutnya ke lidah mereka. Mengapa? Kamu bertanya lagi dan saya diam.

Kamu juga diam sebentar sambil mengukir bulan sabit pada bibirmu dan berkata, kerana coklat itu manis dan menyenangkan. Hati perempuan juga begitu, manis dan menyenangkan. Kamu pinta saya, hargai perkara itu dengan sesungguh hati, kerana coklat juga bererti, hati perempuan itu sanggup berkorban dirinya untuk mereka yang dicinta.

Untuk kamu sekiranya kamu masih ada di sana dan masih ingat, terima kasih atas kalimat itu. Untuk waktu ini, juga waktu yang mendatang, saya doakan kamu tetap coklat itu walau bungkus kamu sudah dipenuhi debu.

p/s: tp camner plak ngan coklat yg lekat kt gigi?...


No comments:

Post a Comment

leave your comment here k dear viewer and reader...luv ya!!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...